Author: Yayan Luthfi

 

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Seperti pasangan pengantin baru pada umumnya, Ali Gul (32) dan Natasha Politakis (29) telah merencanakan bulan madu yang menyenangkan setelah resmi menjadi pasangan suami-istri. Pasangan asal Inggris ini memilih Amerika Serikat sebagai destinasi bulan madu mereka.

Harapan keduanya untuk menjalani bulan madu yang indah harus pupus ketika mereka ditahan pihak Bandara Internasional Los Angeles. Pihak bandara menahan pasangan pengantin baru ini dengan alasan bahwa Gul adalah seorang Muslim.

Pihak bandara tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penahanan tersebut. Selama ditahan, kedua lengan pasangan pengantin baru ini diborgol. Keduanya lalu diterbangkan kembali ke London oleh pihak Bandara.

“Kami tidak menyangka bahwa kami akan dideportasi,” ungkap Politakis seperti dilansir Independent, Rabu (26/7).

Saat pertama kali tiba di bandara, Gul dan Politakis digiring dan diminta menjawab beberapa pertanyaan oleh petugas. Politakis mengira proses tanya jawab ini hanya akan berlangsung selama 10 menit. Ternyata proses tersebut terus berlanjut dan membuat pasangan ini tertahan selama 26 jam.

Selama 26 jam itu, Gul dan Politakis tidak diperbolehkan untuk mandi. Koper bawaan mereka pun disita oleh pihak bandara. Ponsel mereka pun baru akan dikembalikan setelah keduanya dipulangkan kembali ke Inggris.

Selama penahanan, Politakis mengatakan ia dan sang suami diperlakukan seperti pelaku kriminal. Padahal Politakis dan Gul memiliki dokumen resmi yang lengkap dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pihak bandara Amerika Serikat. “Tidak baik memperlakukan orang seperti itu,” sambung Politakis.

Politakis pun merasa heran dengan kejadian tak menyenangkan yang ia alami di bandara Amerika Serikat. Alasannya, ia berangkat dari Inggris tanpa mengalami masalah apapun. Karena itu, ia tak habis pikir mengapa dirinya dan Gul tidak diizinkan untuk memasuki Amerika Serikat. “Saya masih syok karena ini terjadi,” kata Politakis.

Pasangan Gul dan Politakis berencana untuk bulan madu mengelilingi Amerika Serikat selama dua minggu. Mereka tadinya akan mengunjungi Los Angeles, Hawaii dan Las Vegas. Keduanya telah menghabiskan biaya sebesar 9.100 dolar Amerika atau sekitar Rp 121 juta untuk perjalanan bulan madu yang akhirnya gagal ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Keceriaan anak-anak bermain di sungai berubah menjadi kesedihan. Pasalnya, salah satu dari mereka tenggelam saat berenang di Sungai Saguling, Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Korban Ujang Ahyar (12 tahun) murid SD, tenggelam di sungai tersebut pada Selasa (25/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Jasad korban baru ditemukan oleh warga bersama tim Tagana Kecamatan Cipongkor pada Rabu (26/7) sekitar pukul 06.57 WIB. ” Korban ditemukan di sebuah genangan Sungai Saguling dengan kondisi sudah tak bernyawa,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus, Kamis (27/7).

Menurut penuturan Herdi (13) rekan korban, sepulang sekolah mereka berempat bermain di Sungai Saguling. Korban yang diduga tak bisa berenang langsung melompat ke genangan sungai tanpa mengenakan pakaian. Setelah lompat ke genangan air yang cukup dalam, korban tak terlihat lagi.

Rekan-rekan korban tak berani menolong. Melihat kejadian tersebut saksi memberitahukan orangtua korban. Upaya pencarian dilakukan warga setempat. Namun upaya pencarian dihentikan karena kondisi tak memungkinkan.

Keesokan harinya, warga bersama tim Tagana Kecamatan Cipongkor melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Saguling. Sekitar lukul 06.57 WIB jenazah korban baru ditemukan beberapa ratus meter dari tempat korban tenggelam. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga meolak dilakukan visum terhadap jenazah Ujang Ahyar.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Satuan Tugas (Satgas) pangan Irjen Setyo Wasisto mengatakan polisi serius dalam mengusut tuntas pelaku kejahatan beras. Bukti dari keseriusannya itu polisi mengaku tidak akan melihat siapapun sekalipun dalam jajaran pengurus perusahaan yang terkena kasus terdapat nama mantan Menteri Pertanian Anton Apriantonodi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kami tidak melihat itu, kalau kebetulan beliau (Anton) ada di sana kami tidak melihat ini ada kaitannya dengan politik,” ungkap Setyo di Mabes Polri Jakarta Selatan, Senin (24/7).

Setyo mengaku penyidik akan serius mengusut kasus kejahatan beras tersebut. Penyidik akan mengusut tuntas kasus beras ini berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan dan keterangan dari para saksi.

“Yang jelas fakta di lapangan. Kami kan (melakukan penyidikan) berdasarkan alat bukti, pembuktian segitiga itu. Ada barang bukti, ada korban, dan pelaku,” ungkapnya.

Satgas pangan Polri melakukan penggrebekan di pabrik yang memproduksi beras merek Maknyus dan Ayam Jago Merah. Dua merek tersebut diproduksi oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU) yang merupakan anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahterah (PT TPS). Mantan menteri pertanian yang disebut-sebut itu menduduki jabatan sebagai komisaris utama di PT TPS. Bahkan penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan kepada PT IBU dan PT TPS.

Sayangnya, pemeriksaan yang seharusnya dilakukan pada Senin (24/7) kemarin urung dilakukan. Pihak TPS dan IBU mengajukan untuk dilakukan penundaan alias penjadwalan ulang pemeriksaan.

Polisi memutuskan untuk melakukan pemanggilan ulang pada Kamis (27/7) mendatang. Polisi berharap pada pemanggilan kedua nanti, kedua perusahaan tersebut mampu memenuhi panggilan penyidik.

 

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Nidal Aboud, seorang warga Kristen, berdiri satu shaf bersama jamaah Muslim saat shalat Jumat di Yerusalem, Jumat (28/7). Ketika umat Muslim mengatakan, ‘Allahu Akbar’, ia berdiri diam dan menghargai.

Aboud yang berdoa sambil memegang bible, hanya satu-satunya warga Kristen bersama ribuan Muslim yang ikut shalat di pemukiman Wadi el-Joz, di luar Kota Tua Yerusalem.  Gambar yang diambil CNNtelah menjadi viral di media sosial ini dinilai sebagai bentuk kerja sama dalam konflik melawan Israel.

Selama sepekan terakhir, demonstrasi digelar warga Palestina memprotes pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel. Aparat Zionis memasang metal detektor yang ditentang umat Islam seluruh dunia.

Aksi pembatasan ini dianggap warga Palestina dan umat Islam sebagai upaya Israel menguasai Al-Aqsa.  Aboud, warga Palestina berusia 24 tahun yang belum pernah ikut shalat Jumat ini mengatakan, ia ingin berdiri bersama umat Islam.
“I punya mimpi sejak kecil ingin menyebarkan pesan cinta di seluruh dunia, saya ingin menjadi salah satu yang menanamkan cinta di hati orang-orang,: ujarnya.

“Motivasi saya adalah berdiri dalam rasa solidaritas terhadap saudara Muslim dan solidaritas terhadap warga Palestina melawan pendudukan Israel dan kebijakannya terhadap kota suci kita, apakah itu masjid atau gereja.”
Ia pun menegaskan akan menolak melewati alat pendeteksi metal jika Israel menaruhna di Gereja Suci di kota tersebut. Aboud mendesak warga Kristen dan Muslim bahkan Yahudi bersama melawan ketidakadikan kebijakan pendudukan Israel.

 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG —  Gedung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Jalan Inspeksi Cidurian Soekarno Hatta, Kota Bandung, terbakar pada Senin sekitar pukul 23.30 WIB. Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Bandung, Kurnia Saputra mengatakan untuk memadamkan si jago merah, Diskar PB Kota Bandung menerjunkan 15 unit Pancar, satu unit quick respon, dua unit ambulan dari PMI dan Dinkes Kota Bandung.

“Gedung Kantor BBWS Citarum dengan luas kurang lebih 22 ribu meter persegi dengan area yang terbakar kurang lebih 4000 meter persegi,” ujar dia.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB serta dilakukan pendinginan dan penyisiran oleh petugas untuk memastikan tidak ada kobaran yang tersisa.

“Tidak ada korban jiwa dan kerugian masih dalam penaksiran,” kata dia.

Kurnia mengatakan, awal mula api diduga berasal dari gedung bagian penyusunan program lantai dua. Namun hingga saat ini sumber api masih dalam penyelidikan petugas.

“Terdapat kurang lebih 22 kendaraan operasional dan arsip-arsip yang ada di lantai dasar dapat diselamatkan,” kata dia.