Author: Yayan Luthfi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Seorang pemuda mabuk nyaris tewas dianiaya warga Perumnas II, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, karena tertangkap tangan saat hendak mencuri sepeda motor, Senin (24/4) dini hari.

“Pelakunya bernama Wadianto (21 tahun), dia kepergok mau mencuri sepeda motor di Jalan Gunung Gede, Perumnas II, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan,,” kata saksi mata kejadian Wahyu (35) di Bekasi, Selasa (25/4).

Menurut dia, sejumlah warga melihat pelaku seorang diri berusaha mengambil sepeda motor jenis Honda Beat yang diparkir di pinggir jalan. “Karena gerak geriknya mencurigakan, warga yang melihat berteriak maling. Ketika ditangkap warga, pelaku bau alkohol, dan ngomongnya ngawur,” katanya.

Warga kemudian sempat melakukan pemukulan kepada pelaku hingga yang bersangkutan babak belur sebelum akhirnya dilerai petugas kepolisian yang berpatroli. Pelaku kemudian dibawa ke Pos Polisi Kayuringin di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami sempat menggeledah pelaku dan menemukan KTP, STNK Motor Honda, SIM C, Kartu ATM BRI dan Kunci Motor,” katanya.

Secara terpisah, Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan kasus itu saat ini sedang dalam penanganan Kepolisian Sektor Bekasi Selatan. “Kasusnya sedang ditangani polisi,” katanya.

 

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN — Ruas jalan di Km 19-20 jalan lintas Sumatra (Jalinsum) ruas Kota Pematangsiantar-Parapat Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, ambles pada Senin (24/4). Kejadian ini mengakibatkan antrean kendaraan di jalur tersebut hingga 16 jam.

Kemacetan akibat amblesnya jalan di jalur tersebut berdampak antrean panjang kendaraan besar, terutama truk dan kontainer di kedua arah (Pematangsiantar-Parapat dan Parapat-Pematangsiantar).

“Saya sudah 16 jam di sini, mulai pukul 16.00 WIB kemarin,” kata Arianto Hutagalung (40 tahun), sopir kontainer, warga Kota Sibolga, Selasa (25/4) pagi.

Arianto mengatakan, kontainer yang dikemudikannya mengangkut beras dengan tujuan ke Kepulauan Nias.

Warga Desa Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, M Sinaga (76) menjelaskan, amblesnya jalan di sekitaran tempat tinggal terjadi pada Senin menjelang sore.

M Sinaga memperkirakan penyebab ruas jalan ambles akibat pergeseran tanah menyusul tingginya curah hujan, dan sudah dua kali terjadi di titik yang sama.

Sejumlah aparat polisi dan TNI berada di lokasi mengatur lalu lintas untuk satu jalur Parapat-Pematangsiantar, sedangkan pengguna jalan diarahkan untuk melalui jalur alternatif jalur Sidamanik-Aek Nauli.

Sebagian ruas jalan selebar enam meter di Desa Tiga Dolok ambles dengan kedalaman mencapai 1,5 meter dan panjang kira-kira empat meter.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Hasil analisis Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang terjadi pada pukul 11.00 WIB terletak pada episenter koordinat 2,12 lintang selatan (LS) dan 99,61 bujur timur (BT), tepatnya di darat pada jarak 103 kilometer arah tenggara Kepulauan Mentawai pada kedalaman hiposenter 42 kilometer.

Efek gempa bumi yang didasarkan oleh peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempa bumi tersebut antara lain Mentawai yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II SIG BMKG (IV MMI). Berdasarkan laporan sementara di Padang dan Pariaman guncangan dirasakan pada skala intensitas I SIG BMKG (II MMI).

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi mengatakan gempa bumi disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona megathrust.

“Karena hiposenter berada di kedalaman 42 kilometer maka gempa bumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (21/4).

Dia menyebut patut dissyukuri bahwa meskipun gempa bumi memiliki mekanisme sesar naik akan tetapi kerena kekuatan gempa bumi relatif kecil sehingga tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG.

“Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatra Barat diimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Riyadi.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebakaran yang melanda daerah hunian padat penduduk yang terletak di Jalan Rawa Bebek RT 02/13 di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat dini hari (21/4) berhasil dipadamkan, dan tidak ada korban jiwa.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran Jakarta Utara Satriadi Gunawan menyatakan memperoleh informasi mengenai peristiwa tersebut Kamis (20/4) malam pada sekitar pukul 23.30 WIB. Dia juga memaparkan, sebanyak 19 unit mobil pemadam telah dikerahkan ke lokasi kejadian dan tidak hanya dari Sudin Damkar Jakut, tetapi juga bantuan unit pemadam dari Sudin Damkar Jakarta Barat.

Petugas pemadam kebakaran berhasil dalam membuat rangkaian ke sumber air untuk memblokir api agar tidak menjalar lebih luas lagi di kawasan padat penduduk tersebut. Pada sekitar pukul 00.15 WIB, si jago merah dilaporkan telah berhasil dikuasai penjalarannya, dan kemudian sekitar lima menit setelahnya dilakukan tahap pendinginan.

Masih belum diketahui berapa jumlah bangunan yang terbakar di daerah tersebut, atau mengenai berapa jumlah kerugian yang diderita akibat peristiwa itu. Dugaan sementara, api diduga berasal dari bangunan yang digunakan untuk sebuah kafe di kawasan itu, tetapi belum diketahui apa penyebab pastinya.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta juga akan membuat survei kepuasan masyarakat masalah pelayanan petugas pemadam kebakaran setelah terjadinya kebakaran atau penyelamatan.

 

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA — Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengamankan Tam, warga Desa Mendingin, Ulu Ogan, karena kedapatan memiliki ladang ganja yang sengaja ditanam di sela batang kopi.

Kapolres Ogan Komering Ulu AKBP N.K. Widiyana Sulandari di dampingi Kapolsek Ulu Ogan Iptu Duarsyah di Baturaja, Kamis, menjelaskan terungkapnya kasus itu bermula dari ditangkapnya Tam (45), di Desa Mendingin, Senin (17/4).

Dalam pemeriksaan, katanya, dirinya mengaku menanam ganja di kebun kopi miliknya. Widiyana menjelaskan setelah petugas mendapat keterangan tersebut, kemudian tiga anggota bersama Kanit Reskrim Bripka Putra dan Kanit Intel Bripka Edi T.J. langsung menuju kebun milik pelaku.

Ia menjelaskan untuk sampai lokasi butuh perjuangan ekstra karena medan yang sulit. Tam menanam ratusan batang ganja di lokasi tersebut.

“Medan yang kami lalui untuk bisa sampai ke ladang ganja tersebut cukup sulit dan butuh perjuangan keras. Bahkan anggota kami terpaksa bermalam di hutan sebelum sampai ke lokasi ladang kopi yang juga diselingi dengan tanaman ganja,” katanya.

Setelah sampai di lokasi, pihaknya langsung membabat habis ratusan batang ganja siap panen itu dan selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolsek Ulu Ogan.

“Saat ini tersangka berikut barang bukti ratusan batang ganja telah kita amankan, serta kasusnya dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres OKU untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Iptu Duarsyah.
Ia mengatakan tersangka hingga saat ini masih ditahan di Polsek Ulu Ogan.