Author: Yayan Luthfi

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian wilayah  Aceh diguncang gempa bumi tektonik pada Senin (29/5) dinihari. Menurut data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa tersebut terjadi pukul 04.54 WIB dengan kekuatan 4,9 Skala Richter (SR).

Beberapa warga dilaporkan belarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BMKG mengimbau warga agar tetap tenang karena gempa bumi ini belum berpotensi merusak.

Dari keterangan pers yang diterima Republika, Senin (29/5) pagi, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan, pusat gempa terletak pada koordinat 4,14 Lintang Utara dan 97,23 Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 27 km arah Barat Laut Kabupaten Gayo Lues pada kedalaman 10 km.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berpotensi dirasakan pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI di Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya termasuk Blangkejeran, Perlak, Lesten, Blangpidie, dan Benermeriah.

Gempa bumi ini jika dilihat dari lokasi dan kedalamannya merupakan jenis gempa bumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas Zona Sesar Sumatra (Sumatra Fault Zone), tepatnya pada segmen Tripa.

Ini sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempabumi dipicu oleh sesar dengan pergerakan arah mendatar. Serta sesuai dengan laporan masyarakat di wilayah tersebut, bahwa gempa ini dirasakan oleh orang banyak pada skala intensitas III MMI.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/5) pagi hari ini terpantau sepi dari aksi massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tak terlihat satu pun pendukung atau atribut khas dari terpidana kasus penodaan agama itu.

Pantauan Republika, Mako Brimob terlihat steril tanpa ada massa yang melakukan aksi maupun orasi hingga pukul 09.00 WIB. Sejumlah petugas juga terlihat berjaga di depan pintu masuk Mako Brimob. Kawat berduri yang dipasang sejak Kamis (11/5) juga masih terpasang melintang di depan Mako Brimob.

Lalu lintas di Jalan Akses UI – Kelapa Dua Cimanggis pun cukup lancar. Warga sekitar, Ahmad Lukito mengaku tidak melihat adanya pergerakan massa sejak pagi. “Enggak ada, lalu lintas lancar pagi saja macet seperti hari biasa,” ujar pria yang bekerja sebagai petugas parkir di bilangan Cimanggis Depok itu.

Sebelumnya, pascavonis dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pendukung Ahok melakukan aksi di depan Mako Brimob. Mereka menuntut penangguhan penahanan Ahok. Mereka juga berharap agar Ahok menjadi tahanan kota. Berbagai aksi pun dilakukan termasuk aksi bakar lilin yang dilakukan pada Rabu (10/5) dan Kamis (11/5) malam hari.

Namun massa telah membubarkan diri. Hal ini dilakukan lantaran permintaan Ahok sendiri. Ahok menghimbau pendukungnya untuk membubarkan diri untuk menghargai hari Waisak yang jatuh pada Kamis (12/5).

Selain itu, Mako Brimob ini terletak di luar Jakarta sehingga Ahok meminta pendukungnya untuk menghargainya. Akhirnya pendukung Ahok pun membubarkan diri dan melanjutkan aksi di tempat lain, seperti di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Tugu Proklamasi.

 

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG — Beberapa hari menjelang bulan puasa Ramadhan, angka kriminalitas di wilayah Kabupaten Bandung cenderung meningkat. Hal itu terlihat dari terungkapnya kejahatan pencurian kendaraan bermotor roda dua (curanmor) sejak 2 Mei kemarin hingga saat ini.

Kabag Ops Polres Bandung, Kompol Widi Setiawan mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus curamnor selama satu pekan terakhir dengan jumlah tersangka sebanyak 22 orang. Selain itu, disita juga barang bukti kendaraan bermotor roda dua yang disita mencapai 36 unit dari wilayah Polres Bandung, Garut, Bogor, dan Kota Bandung.

“Kita himbau kepada masyarakat untuk waspada di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Kejahatan di (wilayah) Polres Bandung meningkat,” ujarnya kepada wartawan saat menggelar perkara di Polres Bandung, Jumat (12/5).

Dia mengungkapkan, kasus curanmor yang berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat yang resah karena sering kehilangan kendaraan. Sehingga, kemudian Polres Bandung membentuk tim yang diketuai oleh Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik bersama jajaran.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka beraksi tidak hanya di wilayah hukum polres Bandung. Akan tetapi melakukan juga tindak kejahatan di Kota Bandung, Sumedang dan Garut. Serta, bergabung dengan grup lainnya.

Diharapkan, dengan keberhasilan mengungkap kasus curanmor maka bisa mengungkap jaringan pelaku curanmor di wilayah Polres Bandung dan Polda Jabar. Katanya, para tersangka melakukan pencurian dengan modus mencuri motor dengan kunci letter T.

“Modus mereka melakukam pencurian di dalam rumah, memasuki rumah dan membongkar gembok rumah dan mengambilnya (motor). Kemudian mereka mencuri dengan mengambil di halaman parkir, merusak kunci kontak dengan menggunakan letter T dan menggunakan kekerasan,” katanya.

Widi menambahkan, beberapa para tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan dengan menodong senjata seperti di Baleendah. Hal itu terlihat dari barang bukti yang diamankan terdiri dari golok, tang, dan kunci T. Selain itu, hampir seluruh di wilayah hukum polres Bandung terdapat kasus curanmor.

Akibat perbuatan para tersangka, katanya, mereka dikenakan pasal 363, 355 dan 480 serta 481 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal mencapai 7 tahun.

 

REPUBLIKA.CO.ID, SINGARAJA — Kepolisian Resor Buleleng, Bali, menyelidiki kasus terbakarnya gudang cengkeh milik salah seorang warga bernama Made Budiarta asal Desa Silangjana. “Gudang tersebut juga dimanfaatkan sebagai kamar suci untuk melaksanakan persembahyangan,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Buleleng, Ajun Komisaris Polisi Nyoman Suartika, di Singaraja, Jumat (12/5).

Ia mengatakan, selain dimanfaatkan sebagai gudang cengkeh, korban juga memanfaatkan gudang tersebut sebagai tempat penyimpanan hasil panen vanili. Dari informasi yang dikumpulkan pihak kepolisian, dapat disimpulkan bahwa kejadian itu berawal dari Luh Sunantari yang tidak lain istri Budiarta melakukan sembahyang di kamar suci.

“Istri korban menggunakan dupa besar saat sembahyang dan sesudah itu Sunantari kemudian menutup pintu kamar suci untuk ditinggal tidur di kamar,” kata dia.

Kemudian, kata dia, kelurga korban terbangun karena mendengar suara anjing yang ribut di sekitar halaman rumah dan kemudian dilihat sudah ada api di bangunan kamar suci sekaligus gudang tersebut. “Teriakan itupun langsung didengar warga, yang banyak warga berdatangan untuk ikut memadamkan api yang sudah besar, sambil menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar),” kata dia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material sebesar Rp 500 juta. “Tidak ada korban jiwa, dalam kejadian ini,” katanya. “Pemilik rumah atau suami dari Sunantari, Budiarta saat ini sedang berada di Sulawesi Selatan. Rencananya, mereka akan melaporkan kejadian ini secara tertulis,” kata dia.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Banyak yang pro dan kontra terkait vonis yang dijatuhkan Hakim Dwiarso Budi sebagai ketua PN Jakarta Utara dalam memvonis Ahok.

Noval, Warga Pulau Pramuka Keulauan Seribu mengatakan masyarakat Kepulaun Seribu kecewa atas vonis hakim terhadap Ahok yang hanya dua tahun. Padahal dalam kasus serupa, hakim selalu menjatuhkan vonis berat untuk pelaku penista agama.

“Masyarakat Kepulauan Seribu tidak puas dengan vonis yang hanya dua tahun,” kata Noval saat dihubungi Republika.co.id, Rabu, (10/5).

Meski demikian, Noval mengatakan, warga Pramuka dan warga pulau lain di Pulau Seribu bersyukur Ahok tidak divonis hakim sesuai tuntut JPU yang hanya satu tahun penjara. “Tapi cukup bersyukur terhadap keputusan hakim,” ujarnya.

Noval mengatakan, ketika proses sidang dengan agenda pembacaan vonis berlangsung, ada beberapa warga Kepulauan Seribu ikut hadir, mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim secara bergantian.

Meski tidak puas atas vonis hakim yang telah menuntut Ahok dua tahun penjara,  ratusan masyarakat Kepulauan Seribu yang hadir saat persidangan di Ragunan akan hadir kembali ke kantor PN Jakarta Utara.

“Perwakilan masyarakat akan ke PN Jakut d Gaja Mada jam 9.00 WIB, untuk memberikan apresiasi ke majlis hakim,” katanya.