Author: Admin-1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seluruh penghuni Gedung MR 21 di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat dengan ketinggian 13 lantai, Selasa (23/1) dievakuasi menuju titik kumpul. Hal ini akibat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang terjadi pukul 13.34 WIB.

Gempa yang berlokasi di 7,21 lintang selatan, 105,91 bujur timur, 81 kilometer barat daya Lebak, Banten dengan kedalaman 10 kilometer tersebut sempat membuat panik para pewarta panik. Getaran gempa terasa lebih dulu sebelum akhirnya gedung terasa berguncang keras selama beberapa saat.

 Sebagian wartawan melindungi diri di bawah meja, sementara sebagian lainnya memilih keluar ruangan dan langsung menuruni gedung lewat tangga darurat. Beberapa saat setelah gempa usai, petugas keamanan menginstruksikan untuk penghuni gedung mengevakuasi menuju titik kumpul.

“Antisipasi gempa susulan,” kata salah seorang petugas keamanan.

Hingga saat ini masyarakat yang beraktivitas di Gedung MR 21 masih berkumpul di titik aman dan belum diperbolehkan melanjutkan aktivitas di dalam gedung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Beberapa fasilitas Transjakarta di Halte ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Senin (22/1) rusak. Pelaku dilaporkan merusak layar mesin gate dan handle rotari yang ada di halte tersebut.

Layar mesin gate dan handle rotari rusak setelah dipukul dan ditendang pelaku,” ujar Humas Transjakarta Wibowo saat dikonfirmasiRepublika.co.id, Senin (22/1).

Menurut keterangan petugas dilokasi, pelaku melakukan pengrusakan setelah diberitahu tentang larangan berlarian di dalam halte. Pelaku kemudian marah dan memukul layar hingga pecah serta menendang handle hingga patah.

Pelaku saat itu dilaporkan sedang sendirian dan berusaha kabur setelah melakukan pengrusakan. Namun petugas halte yang bekerja sama dengan petugas keamanan di sebelah halte berhasil mengamankan pelaku. “Saat ini pelaku masih di halte untuk diamankan,” lanjut Wibowo.

 

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID BOGOR — Polisi masih mendalami insiden penembakan kader Partai Gerindra Fernando Alan Joshua Wowor di area parkir Lipss Club Bogor, Sukasari Bogor Timur, pada Sabtu (20/1), dini hari. Penembakan diduga dilakukan seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir Satu (Briptu) dari Satuan Brimob Kelapa Dua berinisial AR.
Kepala Bidang Hukum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat Komisaris Besar Iksantyo Bagus Pramono mengatakan, jajarannya masih mendalami keterangan saksi untuk mengetahui penyebab insiden penembakan. “Termasuk, ke Briptu AR mengenai alasan mengunjungi tempat hiburan malam itu,” katanya saat memberi keterangan di Mako Polresta Bogor Kota, Sabtu (20/1).

Menurut Iksantyo, polisi belum mengetahui secara jelas permasalahannya. Tapi, saksi dan barang bukti sudah diamankan.

“Saya kira, pasti terjadi sesuatu, tidak mungkin langsung ada perkelahian,” katanya. Saat ini, garis polisi terpasang membatasi antara jalan raya dengan area parkir dengan luasan yang mampu menampung sekira 20 mobil itu.

Iksantyo menyatakan, identitas Briptu AR diketahui dari surat dan kartu identitas yang sudah dicek. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan komandan Brimob di Kelapa Dua.

Saat ini, Briptu AR masih dalam kondisi kritis karena dikeroyok pada saat kejadian dan tengah menjalani perawatan intensif dari tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Ia mengalami luka parah di bagian muka serta satu jari tangan kirinya putus.

Fernando yang merupakan pengawal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ditembak dibagian dada kanan. Polisi sudah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan asal penembakan.

Kronologi Penembakan

Menurut Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman, saat kejadian, Fernando tengah bersama temannya, Rio Endika Putra Pradana dan Arif Rochmawan. “Pukul 02.00 itu, posisinya, mereka mau makan ke Dunkin Donuts,” katanya ketika dikonfirmasi Republika, Ahad (21/1) pagi.

Karena parkiran restoran yang penuh, Fernando dan Arif diarahkan tukang parkir Lipss untuk parkir di depan ruko. Kebetulan, ada area kosong yang cukup menampung mobil di sana.

Namun, ketika mobil tengah diparkirkan, seorang laki-laki yang mengendarai motor gede bermerek BMW warna abu-abu menghadang mobil. Lelaki yang disebut Briptu AR itu memainkan gas motor, seperti tengah di acara konvoi yang dilanjutkan dengan berteriak. “Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?” kata Habiburokhman menirukan lelaki itu.

Arif pun turun dari mobil dan menyarankan agar motor gede itu parkir di sebelah kiri mobil karena area yang masih lebar. Tapi, Briptu AR justru naik pitam, mencabut pistol, dan mengarahkan moncongnya ke kaca depan mobil.

Karena kondisi yang tidak kondusif, Rio ikut turun dari mobil berusaha mendinginkan dan melerai. Tapi, bukannya mereda, perkelahian semakin menjadi. Pistol pun diarahkan ke kepala Arif. “Saya pegang tangannya (lelaki yang membawa pistol) sembari berusaha kasih pengertian lagi,” kata Habiburokhman kembali menirukan kata Rio.

Kondisi semakin panas dan Briptu AR mengetok moncong pistol ke kepala Arif. Secara spontan, Rio meraih senjata itu dibantu dengan Fernando yang juga baru turun dari mobil. Mereka berusaha merebut pistol dengan bantuan Fernando yang memiting leher pelaku sampai jatuh dari motor gedenya.

Di tengah alotnya perebutan pistol, warga sekitar ikut memukul pembawa pistol ini dan suasana sudah kacau. Tiba-tiba, kata Habiburokhman, ada orang yang menarik muka Rio dari belakang sekaligus mencakar pipinya. Dengan spontan, Rio balik badan dan terlepas dari usaha merebut pistol.

Tiba-tiba, Rio mendengar suara tembakan dan ia melihat Fernando tumbang. Rio kembali merebut paksa pistol si pelaku dan menekan tombol pelepas magasin hingga jatuh ke tanah. Penembak pun dipukul oleh warga sekitar yang Rio sendiri tidak ketahui siapa saja.

Melihat bahwa peluru itu asli, Rio panik dan segera teriak-teriak minta pertolongan untuk mengangkat tubuh Fernando ke mobil dan dibawa ke RS Vania. “Saya angkat jasad almarhum dengan beberapa rekan kita, kemudian masukkan ke mobil menuju rumah sakit,” kata Rio.

Juru parkir Dunkin Donuts yang juga menampung parkir pengunjung Club, Adi, mengonfirmasi bahwa areanya sudah penuh saat kejadian itu. Baik kendaraan roda empat maupun dua sudah tidak tertampung lagi sejak sekira pukul 23.00 WIB.

Kondisi ini membuat beberapa kendaraan terpaksa diparkirkan di tempat lain, termasuk mobil yang dikendarai Fernando bersama dua rekannya. “Saya nggak hafal yang mana mobilnya, tapi memang banyak mobil yang nggak bisa masuk ke sini (saat itu),” kata Adi.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan, tidak akan memperpanjang izin Lipss Club. Dia mengaku, sudah menerima laporan kejadian tersebut dan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. “Saya mendukung langkah kepolisian yang cepat untuk menutup ini, dikasih police line untuk keperluan investigasi atau pengusutan,” katanya.

Bima sendiri tidak bisa memastikan aktivitas di dalam Lipss Club karena pintu justru dalam kondisi terkunci. Area di sekitarnya pun gelap, tidak menunjukkan ada kegiatan malam, terbilang kontras dengan kondisi biasanya di mana pada akhir pekan klub biasa ramai pengunjung.

Terlepas dari itu, Bima menjelaskan, tujuannya ke situ adalah untuk memeriksa dokumen-dokumen perizinan guna mengkaji langkah-langkah tepat yang akan dilakukan. Menurut dia, tempat itu sudah beberapa kali menimbulkan persoalan. “Lebih banyak mudharatnya, mengganggu ketertiban umum. Sebaiknya, dalam jangka panjang tidak beroperasi lagi,” ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID,  MAJALENGKA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka memperingatkan warga di Wilayah Ciayumajakuning  (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) terutama nelayan, untuk mewaspadai angin kencang selama tiga hari kedepan. Pasalnya, tiupan angin bisa menyebabkan gelombang tinggi di laut.

Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn menjelaskan, angin kencang saat ini merupakan akibat dari pengaruh siklon Joyce. Menurutnya, siklon tersebut  menarik massa udara/angin menjadi lebih kencang di wilayah tersebut.

”Sekarang siklon Joyce sudah punah. Akan tetapi angin kencang diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga tiga hari kedepan,”  kata pria yang akrab disapa Faiz itu, kepada Republika, Senin  (15/1).

Menurut Faiz, angin kencang itu menyebabkan gelombang di laut cukup tinggi. Bahkan, bisa mencapai 2,5 meter. Selain angin kencang, hujan lebat di laut bisa juga menimbulkan gelombang tinggi yang bersifat sementara.

”Para nelayan harus waspada, terutama bagi yang menggunakan perahu kecil,” terang Faiz.

Sementara itu, gelombang tinggi di laut menyebabkan sebuah kapal milik nelayan KM Putri Sahara tenggelam perairan Kali Menir Kertawinangun, Kabupaten Indramayu, Jumat (12/1) sore. Dalam peristiwa itu, satu orang nelayan meninggal dunia.

Komandan Kapal VIII-1006, Bripka Masnudin menjelaskan, peristiwa itu bermula saat KM Putri Sahara yang berukuran tiga gross ton (GT) berlayar dari perairan Bugel, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu untuk mencari ikan. Selesai menebar jaring ikan, kapal yang menggunakan alat tangkap kejer itu bertolak menuju ke Dermaga perairan Bugel.

Saat di perjalanan, kapal KM Putri Sahara mengalami kebocoran di bagian lambung bawah dan dihempas gelombang tinggi. Akibatnya, kapal yang berawak empat orang nelayan itu tenggelam.

“Keempat korban masing-masing menyelamatkan diri dengan menggunakan jeriken,” kata Masnudin.

Namun, dari empat orang korban itu, hanya tiga orang yang bisa selamat. Sedangkan satu orang korban, atas nama Ilyas  (55), warga Desa Sukahaji, Blok Sigrong, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, dinyatakan hilang.

Adapun ketiga korban yang selamat masing-masing Warsim (45) pemilik KM Putri Sahara, Aas Asmadi (40) nahkoda kapal dan Carim (50).  Ketiga korban selamat itu merupakan warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol.

“Korban yang hilang ditemukan di perairan Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu pada 14 Januari 2018 dalam keadaan meninggal dunia, ” tukas Masnudin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Atap salah satu ruang di gedung Bursa Efek Indonesia di kawasan SCBD, Sudirman Jakarta dilaporkan runtuh. Seperti dikatakan salah satu karyawan BEI kepada Metro TV, Senin (15/1), Andika, atap runtuh dan menimpa beberapa orang.

“Saya dapat informasi atapnya satu ambrol di Tower II. Bukan karena ledakan, tapi karena rubuh saja,” kata Andika.

Beberapa kali Metro TV lewat siaran langsungnya mengkonfirmasi kepada Andika, apakah mendegar ledakan, Andika menyatakan tidak mendengar suara ledakan.

“Kayaknya sih bukan ledakan. Ini masih pada panik. Masih ada juga yang dievakuasi.” Republika hingga kini masih mencoba mengkonfirmasi ke Polda Metro Jaya soal insiden ini.