Author: Yayan Luthfi

 

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG BALAI — Seorang tersangka anggota jaringan narkoba kembali tewas ditembak polisi. Tersangka melakukan perlawanan saat ditangkap karena ketahuan membawa 3 kg sabu.

Kejadian ini terjadi dalam drama penangkapan Jefri Syahputra alias Vijay (21), warga Jl Cucak Rowo, Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung, Tanjung Balai, Sumut. Pengedar narkoba itu diringkus di depan salah satu hotel di Jl Sudirman, Sijambi, Datuk Bandar, Tanjung Balai, Rabu (13/9) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kasat Reserse Narkoba Polres Tanjung Balai, AKP Muhammad Yunus mengatakan, pihaknya memang telah mengincar tersangka karena diduga membawa sabu. “Tersangka kami buntuti naik becak setelah turun dari bus di Simpang Kawat. Kemudian kami menghentikannya di dekat Terminal Tanjung Balai,” kata Yunus, Kamis (14/9).

Setelah dihentikan, petugas langsung memeriksa ransel yang dibawa Jefri. Diduga, tas tersebut berisi sabu. Saat penggeledahan inilah, tersangka melakukan perlawanan. “Tersangka mencoba merebut senjata petugas. Setelah diberi peringatan, tersangka kami beri tindakan tegas,” ujar Yunus.

Akibat tembakan ini, Jefri tewas di tempat dengan luka di kepalanya. Pemuda ini lalu dibawa ke kamar jenazah RSUD Tanjung Balai. Dalam penangkapan yang berujung pada penembakan ini, petugas menyita 3 kg sabu. Barang haram itu diduga dibawa tersangka dari Dumai, Riau untuk diedarkan di Tanjung Balai dan sekitarnya.

 

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, telah membekuk seorang pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Pelaku ditangkap di Mushala Al Anwar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kapolsek Pancoran Kompol Hari Agung Julianto mengatakan, pelaku berinisial A (48 tahun) bekerja serabutan sebagai tukang ojek dan parkir di bilangan Mampang Prapatan. “Sebelumnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pancoran. Korban memberikan informasi yang bersangkutan berada di Mushala Al Anwar sedang istirahat,” ujar Hari kepada Republika.co.id, Kamis (14/9).

Reskrim Polsek Pancoran pun segera mendatangi mushala tersebut dan berhasil menemukan pelaku sedang tidur dalam mushala. “Kemudian kami berhasil mengamankan pelaku dan membawa pelaku ke Polsek Pancoran guna penyidikan lebih lanjut,” lanjut Hari.

Modus operandi yang dilakukan pelaku, menurut Hari, sebelum mengajak korban ke hotel pelaku mengajak korban jalan-jalan dan menjanjikan korban untuk ke alam surga. Kemudian, di Hotel Maven pelaku menyetubuhi korban pada Ahad (31/8).

“Pelampiasan hawa nafsu pelaku karena di rumah tidak bisa menyalurkan hasratnya kepada istrinya,” jelas Hari.

Polisi telah mengamankan pelaku ke Polsek Pancoran guna penyidikan lebih lanjut. Sedangkan pada korban atas nama AF, polisi pun telah melakukan visum. Pelaku dikenakan Pasal 81 UU RI Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak jo 287 ayat (1) KUHP.

 

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Nasib malang menimpa Herman. Pria berusia 21 tahun itu menjadi korban kecelakaan lalu lintas di jalan nasional wilayah Kecamatan Limbangan. Pengendara sepeda motor itu meninggal dunia setelah tergilas bus akibat kendaraan yang digunakannya hilang kendali.

Kapolsek Limbangan Kompol Asep Suherli mengatakan kecelakaan terjadi pada Senin (28/8) sekitar pukul 12.30 WIB. Tempat kejadian kecelakaan berada di Jalan Nasional Bandung-Limbangan, tepatnya di Kampung Blok Kepuh, Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

“Untuk kendaraan yang terlibat pada kecelakaan ini adalah kendaraan bus perusahaan ottobus Primajasa dengan nomor polisi B 7284 FGA dengan sepeda motor jenis Honda Vario dengan nomor polisi Z 6747 CE. Akibat dari kecelakaan yang terjadi, seorang pengendara sepeda motor  meninggal dunia dan kendaraan yang digunakan Herman juga mengalami kerusakan cukup parah,” katanya pada wartawan.

Ia menjelaskan kronologis kecelakaan ketika motor yang tengah dikendarai Herman datang dari arah Limbangan menuju Nagreg. Diduga korban memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintasi jalan yang lurus dan datar. Hal itu menyebabkan motornya hilang kendali hingga akhirnya jatuh.

“Posisi saat jatuh sendiri, berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian ke sebelah kanan dan sempat terpelanting. Pada saat jatuh itu datang kendaraan bus primajasa yang dikemudikan Dedi Setiadi dari arah berlawanan yang tidak bisa menghindari sehingga tubuh Herman pun tergilas oleh ban belakang sebelah kanan. Herman pun meninggal dunia dan motornya juga rusak,” ujarnya.

Usai kecelakaan, korban dibawa ke Puskemas Limbangan. Selanjutnya, kepolisian mencari keluarga korban yang beralamat di Kampung Cibedug, 002/005, Desa Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan.

“Untuk barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan langsung dibawa ke Unit Kecelakaan Lalulintas Polres Garut, begitupun sopir bus untuk dimintai kendaraan lebih lanjut. Dengan adanya kejadian ini saya mengimbau kepada seluruh pengendari, baik roda empat maupun roda dua agar tidak lengah dan selalu waspada karena di sepanjang jalur nasional ini sangat rawan kecelakaan, jangan kebut-kebutan namun selalu patuhilah aturan lalulintas,” imbaunya.

VIVA.co.id – Jalan Tol Pluit di mengalami kemacetan panjang. Dilaporkan, kemacetan terjadi akibat adanya truk muatan kertas yang terbalik di Kilometer 23 Pluit dari arah Bandara Soekarno-Hatta.

Pengguna jalan mengeluhkan, lebih dari setengah jam arus lalu lintas di tol tersebut tak bergerak pada Jumat pagi, 11 Agustus 2017.

Sementara akun resmi Twitter TMC Polda Metro Jaya juga mempublikasikan bahwa imbas penanganan kecelakaan truk terbalik di KM 23 Pluit arah Ancol. Penanganan sudah dimulai sejak pukul 08.11 WIB.

“Sudah setengah jam enggak gerak,” kata Adhie, salah satu pengguna jalan kepada VIVA.co.id.

Sementara TMC menyatakan bahwa proses ini berangsur-angsur akan selesai meski lalu lintas disebutkan masih padat.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polisi menangkap tiga lagi pelaku pembakaran M Aljahra alias Joya yang diduga mencuri amplifier di Mushala Al-Hidayah, Babelan, Bekasi. Polisi bahkan terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak satu di antara tiga pelaku tersebut.

Kapolres Metro Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra menyatakan, salah satu tersangka, yakni SD, diketahui berperan paling penting sebagai pembeli bensin dan menyalakan api yang membakar tubuh Joya. “Untuk saudara SD, terpaksa kami tembak kakinya karena saat menunjukkan pelaku lain dia berupaya melarikan diri,” kata Asep di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/8).

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka. Tiga tersangka terbaru adalah AR, KR dan SD. Di mana SD (27), memilik peran krusial sebagai tersangka utama. Adapun sebelumnya polisi menangkap SU dan Na. Peran-perannya adalah SU (40) berperan memukul punggung dan perut Joya. NA (39) memukul bagian perut Joya.

Sedangkan, tiga tersangka yang baru ditangkap AL (18) berperan menginjak-injak kepala Joya. Sedangkan, KR (55) berperan memukuli perut dan punggung korban. “SD 27 tahun, dia yang beli bensin, menyiram, dan membakar MA,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, polisi masih akan melakukan pengembangan. Sehingga masih akan ada pelaku lain yang akan dikejar. “Dari keterangan tersangka dan saksi akan ada nama-nama yang timbul yang akan kita lakukan penangkapan,” katanya.

Lima pelaku tindakan kekerasan bersama ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP yakni melakukan tindakan bersama pada kekerasan bersama. Para pelaku pun akan terancam penjara paling lama dua belas tahun.

Seperti diketahui, pembakaran ini bermula ketika Joya diduga mencuri sebuah ampli di mushalla di Kampung Muara Bakti RT 12 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (2/8) lalu. Namun, sejumlah warga termasuk lima tersangka yang telah ditangkap tidak kuasa mengontrol diri dan mengeroyok Joya hingga babak belur dan bersimbah darah. Tidak berhenti di situ, sejumlah provokasi meneriaki Joya untuk dibakar. Joya pun dibakar hidup-hidup hingga akhirnya tewas di parit atau selokan.