Author: Yayan Luthfi

 

JEDDAH — Otoritas Keamanan Meteorologi dan Lingkungan Kerajaan Arab Saudi memperingatkan warga di Jeddah dan daerah-daerah sekitarnya bahwa hujan akan terus mengguyur kota tersebut. Akibat hujan lebat, sebagian daerah mengalami banjir.

“Hujan akan terus berlanjut di Jeddah, sementara hujan lebat diperkirakan terjadi di Makkah dan Taif,” demikian pernyataan Otoritas cuaca Kerajaan yang diunggah melalui Twitter, seperti dilansir dari Arab News, Rabu (22/11).

Sebelumnya, hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Arab Saudi pada Selasa (21/11). Akibatnya, pihak berwenang terpaksa menutup sekolah dan universitas di beberapa bagian negara tersebut.

Di wilayah Makkah, direktorat mengumumkan di Twitter penangguhan kelas demi keselamatan siswa. Saat warga pergi ke jalan untuk menyaksikan hujan deras, Polisi Sipil lantas meminta mereka untuk menghindari daerah rawan banjir dan menghindari banjir di dekat sungai.

Sementara itu, pejabat pendidikan di Taif dan Jeddah mengumumkan bahwa semua sekolah akan ditutup karena cuaca hujan yang deras tersebut. Kantor berita negara Saudi Press Agency (SPA) juga melaporkan bahwa pihak berwenang telah menutup enam terowongan di Jeddah yang dibanjiri air karena hujan lebat. Hujan dan badai petir diperkirakan terjadi di daerah Madinah dan Makkah, termasuk daerah pesisir, serta pegunungan Jazan, Asir, dan Baha.

Berikut salah satu video yang menggambarkan suasana banjir di salah satu ruas jalan di Jeddah, (21/11).

 

VIVA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memprediksi Gunung Agung makin sering meletus dengan tipe letusan freatik. Jenis letusan itu akibat uap air bertekanan tinggi.

Sebagaimana disampaikan I Gede Suantika, Kepala Bidang Mitigasi pada PVMBG, letusan freatik Gunung Agung seperti yang terjadi pada Senin sore waktu setempat, letusan memang menyemburkan abu vulkanik, selaras dengan laporan warga yang terkena hujan abu.
Letusan freatik sebagai dampak air yang masuk ke zona panas magma. Air itu bisa dari curah hujan yang tinggi. Belakangan ini Bali memang sering diguyur hujan dengan curah tinggi.

Jika air masuk ke zona panas magma, akan terjadi pergumulan di dalam perut Gunung Agung. Bersamaan dengan itu, material batuan samping yang terpanaskan akan terbawa keluar oleh semburan asap. Itu yang menyebabkan abu vulkanik dirasakan warga di beberapa lokasi di Karangasem.
“Itulah yang kemudian membawa abu keluar dari kawah Gunung Agung, sejalan dengan laporan warga yang terkena abu ini. Pipa magma itu, kan panas, suhunya tinggi. Ditambah masuknya air, jadilah dia abu yang terbawa keluar itu,” ujarnya.

 

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil mengungkapkan banjir di Kota Bandung 70 persen terjadi karena endapan sampah khususnya sampah plastik. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada maayarakat agar lebih bisa menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya titip, jangan selalu menyalahkan pemerintah, sedang kita bagian dari masalah,” ujarnya saat Talkshow Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung, Selasa (21/11). Katanya, saat ini masalah yang tengah terjadi adalah hujan dengan intensitas yang besar dan berpotensi banjir.

Ia menuturkan, pihaknya melakukan antisipasi baik mikro dan makro dalam pencegahan banjir. Beberapa proyek yang sudah dan tengah dikerjakan seperti sodetan di Pasteur yang sudah selesai. Selain itu, proyek Pagarsih yang tengah berlangsung.

Menurutnya, beberapa danau retensi tengah dibangun seperti di Sarimas, Bandung Timur dengan luas 6000 meter dan kedalaman 5 meter. Termasuk perbaikan saluran gorong-gorong di 15 jalan dengan ukuran satu meter x satu meter.

Ia menuturkan, sampai saat ini sudah 300 ribu meter pekerjaan gorong-gorong dibersihkan, 30 ribu sumur resapan. Meski begitu katanya semua proyek pencegahan banjir tersebut tidak menjamin 100 persen Kota Bandung tidak akan mengalami banjir. “Kita berupaya, jangan bilang Pemkot Bandung enggak bergerak,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, urusan pencegahan banjir di Kota Bandung mencapai kurang lebih Rp 100 miliar lebih. Katanya juga, pihaknya menahan izin pembangunan apartemen yang berada di Bandung Utara.

Emil menambahkan permintaan warga terkait pompa air sudah dipenuhi di berbagai titik. Persoalan lelang pekerjaan pembangunan pencegahan banjir pun disorotinya agar tidak dilakukan akhir tahun. Sebab hal tersebut terjadi terus berulang dan sering mundur.

“Tahun ini, syarat bagi kontraktor yang mengikuti lelang harus ketat. Persyaratannya banyak, kontraktor secukupnya dihadapkan pada persyaratan lebih komplek itu menyebabkan ada beberapa tidak terlaksana lelangnya tidak lancar. Saya sampaikan 95 persen berjalan tidak ada gagal lelang. 5 persen terjadi kendala,” katanya.

Menurutnya, 2018 mendatang ia akan cuti untuk mengikuti Pilkada Jawa Barat. Namun sistem pelelangan di Kota Bandung sudah terbangun sehingga diharapkan lelang bisa dilaksanakan sejak Desember meski ia mengaku belum ketok palu anggaran.

 

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Razia gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang dengan melibatkan anggota Polri dan TNI sejak Senin malam (20/11) sampai Selasa dini hari (21/11) berhasil mengamankan pasangan bukan suami-istri dan menyita minuman beralkohol atau miras yang di jual bebas di tempat umum. Razia dipimpin langsung Kasat Pol PP Alex Ferdinandus dengan mendatangi beberapa lokasi. Di antaranya hotel, penginapan dan tempat hiburan malam yang ada di kawasan Kecamatan Ilir Timur (IT) II seperti di jalan RE Martadinata.

Dari hasil razia berhasil diamankan 20 orang tanpa identitas dan sembilan pasangan bukan suami istri dari hotel atau tempat kos. Pasangan tersebut diduga melakukan perbuatan asusila. “Ada satu pasangan diduga pasangan lesbian. Mayoritas mereka berusia muda yang diduga mahasiswa dan pelajar,” kata Kepala Bidang Bidang Penindakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Palembang Dedi Harapan, Selasa (21/11).

Menurut Alex Ferdinandus, razia dilakukan seusai Perda Kota Palembang guna terciptanya kota Palembang yang aman dan kondusif. Terhadap mereka yang berhasil diamankan, langsung dibawa ke kantor Satpol PP Palembang. Mereka yang diamankan, langsung didata dan diberikan pengarahan. “Kita meminta orang tuanya untuk menjemput, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” katanya.

Selain sembilan pasangan bukan suami istri, razia yang dilakukan oleh dua tim tersebut juga berhasil menyita 150 botol minuman keras beralkohol berbagai merek yang langsung diangkut ke Kantor Satpol PP Palembang di simpang jalan Angkatan 66.

Kepada pemilik hotel, penginapan dan tempat kost serta tempat hiburan malam, menurut Dedi Harapan, Pemerintah Kota Palembang akan memberikan peringatan keras.  Dari hasil razia semalam, kepada mereka dilakukan pembinaan, kami juga akan berikan surat peringatan. Jika tetap tidak diindahkan akan kita rekomendasikan untuk pencabutan izin operasional oleh Walikota Palembang, ujarny

 

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS — Kawanan perampok yang diduga bersenjata api menggasak salah satu rumah pemilik show room mobil di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mereka melukai dua korbannya serta mengambil sejumlah perhiasan dan surat kendaraan bermotor, Senin (20/11).

Menurut korban perampokan Afrodi, peristiwa terjadi rumahnya di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, diperkirakan terjadi Senin pukul 01.30 WIB, ketika ia hendak sholat malam.

“Tiba-tiba, ada empat orang masuk rumah dan langsung menanyakan tempat penyimpanan uang serta barang berharga,” ujarnya.

Ia menjawab, uang tidak ada karena disimpan di bank.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, kawanan perampok tersebut tetap memaksa hingga melakukan kekerasan dengan memukul wajahnya dan mengancam istrinya akan ditembak dengan pistol.

“Pelaku juga mengancam akan membakar rumah saya,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, kawanan perampok tersebut mencari uang maupun barang berharga di semua ruangan, termasuk di dapur.

Istri korban yang bernama Masroh, juga ditanya hal serupa dan mengalami pembacokan pada bagian belakang kepala serta dahi, sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.

Kalung dan anting milik korban juga dirampas, termasuk dua Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan roda dua.

Kawanan perampok tersebut akhirnya melarikan diri setelah tidak menemukan barang berharga lainnya, sedangkan korban Afrodi dengan kondisi luka lebam di mata serta dada akibat pukulan dari kawanan perampok, berlari ke rumah tetangga untuk meminta tolong.

Jajaran Kepolisian Resor Kudus yang datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi tersebut, segera melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara.

Kapolsek Bae AKP Sardi serta Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daili juga tampak hadir di lokasi perampokan.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daili mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi korban dugaan pencurian dengan kekerasan terjadi pada pukul 01.30 WIB di rumah korban Afrodi di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus.

“Para pelaku diduga masuk rumah melalui jendela,” ujarnya.