Lima Korban Gempa Aceh Masih Dicari di Bawah Reruntuhan Gedung

 

Petugas mengoperasikan alat berat untuk mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah toko (ruko) akibat gempa di Desa Ulee Glee, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). Data sementara yang dihimpun Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, menyebutkan korban meninggal akibat gempat sebanyak 92 orang, luka berat dan ringan 213 orang dan ratusan bangunan rusak, jaringan listrki putus serta beberapa ruas jalan nasional rusak. ANTARA FOTO/Ampelsa/ama/16

REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE JAYA — Tim penolong dengan tujuh alat berat masih berusaha menemukan lima korban di reruntuhan gedung pascagempa 6,5 skala Richter di Gampong (Desa) Keudu Meureudu, Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Tujuh ekskavator dikerahkan sejak Rabu (7/12) dan hingga Kamis (8/12), memindahkan reruntuhan bangunan beton untuk menemukan korban yang mungkin terhimpit puing-puing.

“Warga menduga di bawah reruntuhan ini masih ada korban dan sampai sekarang belum ditemukan,” kata Kasi Operasi Basarnas, Medan Agus Wibisono di lokasi evakuasi.

Salah satu warga Keude Meureudu Aiyub mengakui, di lokasi itu tidak kurang dari 34 pintu ruko runtuh akibat guncangan gempa Rabu pagi. Ia menduga masih ada korban sekitar lima orang tertimbun reruntuhan bagunan tersebut.

“Toko tiga lantai ini ada 34 pintu (unit) dan kami menduga ada korban lima orang yang bermalam di bagunan itu. Kami berharap proses evakuasi tetap dilanjutkan agar korban semuanya terevakuasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *